Sabtu, 21 Agustus 2021

Ridwan Kamil Main Film Dilan? Begini Tanggapan Para Netizen

Ridwan Kamil Main Film Dilan? Begini Tanggapan Para Netizen

 


Eksis, salah satu kata yang terlintas dalam benak beberapa masyarakat kala mendengar nama Walikota Bandung, Ridwan Kamil ini disebut. Walikota yang memiliki nama panggilan Kang Emil ini terkenal sebagai pejabat paling gaul dalam menjalankan tugasnya sebagai bupati kota. Beliau memang bisa dikatakan sebagai pejabat yang up to date, baik dalam dunia pekerjaan maupun dalam berbagai media sosial.

Setelah ramainya kritikan dan berbagai tanggapan masyarakat terhadap keaktifan dirinya di berbagai media sosial, kini pria kelahiran 4 Oktober 1971 ini juga kembali menghebohkan masyarakat, terutama para netizen dengan menggugah postingan terbaru di akun instagram miliknya. Dalam postingan tersebut dikabarkan bahwa beliau akan ikut andil dalam film Dilan sebagai cameo. Tentu saja berita ini merupakan salah satu hal menggembirakan bagi para penggemar Kang Emil sekaligus penggemar novel Dilan karya Pidi Baiq.

Sebelumnya beliau juga dikabarkan telah beradu akting dengan salah satu artis cantik tanah air, yakni Nikita Willy dalam film yang berjudul “Total Chaos”. Film yang rencananya akan dirilis pada bulan September 2017 ini mengusung genre komedi romantis. Film ini juga menjadi salah satu tontonan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia yang penasaran akan akting Ridwan Kamil. Dalam film layar lebar ini beliau beserta istrinya berperan sebagai orang tua Nikita Willy. Dikutip dari Kompas.com (26/4/2017), Nikita Willy mengatakan, “Yang menjadi orangtua aku adalah Bapak Ridwan Kamil dan istrinya. Suatu kehormatan juga.”

“Jadi cameo numpang lewat di film #dilan1990 yang setingnya tentang Bandung dan jaman saya jones momotoran di tahun 90-an. Jangan lupa nonton yang kemungkinan tayang di akhir tahun. Nuhun. cc @pidibaiq” tulisnya dalam akun instagram @ridwankamil.

Postingan yang telah mencapai lebih dari 185.788 like ini tentu saja menuai berbagai komentar dari para pengguna instagram. Berbagai komentar positif berhasil memenuhi postingan beliau. Dalam foto yang diunggahnya tersebut, terlihat beliau mengenakan seragam khas PNS berwarna kuning kecokelatan dengan sebingkai kacamata yang dipakainya. Salah satu foto juga menunjukan beliau sedang dikelilingi oleh siswi-siswi di sekitarnya.

“Duh kang emil. Bikin makin greget + jatuh cintah aja. Kumaha ieu teh salaki batur meni pinteran jaba makin kasep,” tulis salah satu akun instagram dengan nama nita.nb.

“Ah niatnya ga mau nonton dilan karna dilannya iqbal.  Setelah tau kang emil main aku ingin sekali melihat film ini,”--deasmaudilla

“Semoga gak jadi guru yang berantem sama dilan pas upacara. Bakal antiklimaks banget itu,”--jimmieliem

Ada juga beberapa komentar humor dan bertanya-tanya, akan membawakan peran apakah beliau dalam film Dilan yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq ini.

“Aaaaaaaa dilaaan. Kang emil jadi apa?” tulis akun dengan nama rafashafiyah.

“Kang emil jadi dilan.” Tulis akun sylviaksm.

“Sepertinya bang emil suka nonton drakor. Dapet istilah cameo darimana coba?” tanggapan akun dengan nama kyucan1103.

Beberapa netizen juga ada yang menerka-nerka kapan film ini akan dirilis. Ada yang menyebutnya akhir tahun, ada juga netizen yang dilema antara menonton aksi walikota Bandung ini atau tidak. Sejauh ini tidak ditemukan komentar negatif atau mengandung unsur provokator dalam postingan tersebut. Sepertinya Ridwan Kamil berhasil menjadikan dirinya sebagai tokoh idaman masyarakat yang dapat menyeimbangkan karirnya sebagai walikota Bandung dan sebagai aktor pendatang baru.



📌Note: artikel ditulis pada tahun 2017 dalam rangka latihan. Dibuang sayang.


Review Drama Korea : MOUSE (2021)

 


Mouse adalah salah satu judul drama dari negeri ginseng yang mengusung genre thriller-crime. Menceritakan kisah seorang psikopat bernama Han Seo Joon yang diperankan oleh Ahn Jae Wook, episode pertama drama ini udah berhasil bikin gregetan. Han Seo Joon merupakan seorang pembunuh berantai yang dijuluki sebagai “Head Hunter” oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena korban-korban Han Seo Joon selalu ditemukan tanpa kepala. Di satu sisi, Daniel Lee (Jo Jae Yoon) adalah seorang profesor yang meneliti tentang ‘gen psikopat’ pada masa itu, dengan keyakinan dapat mencegah banyaknya penjahat di masa mendatang jika janin yang memiliki gen psikopat tersebut diaborsi.

Namun ternyata, drama ini plot twist-nya banyak banget gengs. Dengan alur maju-mundur serta banyaknya hal tak terduga, cerita berlanjut di antara dua pemuda bernama Sung Yo Han (Kwon Hwa Woon), dan Jung Ba Reum (Lee Seung Gi). Konflik yang menimpa seorang detektif bernama Ko Moo Chi (Lee Hee Joon) dan penyiar berita ternama Choi Hong Joo (Kyung Soo Jin), juga disajikan dengan penuh teka-teki. Belum lagi, seorang gadis bernama Oh Bong Yi (Park Joo Hyun), yang merupakan korban pelecehan seksual juga memiliki benang yang menghubungkan kisahnya dengan kisah karakter lain. Meskipun Han Seo Joon berhasil dipenjara, pembunuh berantai kembali beraksi. Dari situlah petualangan Detektif Ko Moo Chi dimulai untuk menemukan siapa psikopat yang sebenarnya.

Nonton drama ini bikin candu. Selain karena genrenya sesuai sama minat pribadi, kehadiran Lee Seung Gi juga menjadi alasan kuat kenapa aku mau nonton drama ini. Seperti yang kita ketahui, Lee Seung Gi sebelumnya pernah main di drama “VAGABOND” bareng sama Suzy. Dan di drama kali ini pun aktingnya gak pernah mengecewakan.

Selain itu, liat Ahn Jae Wook meranin tokoh psikopat rasanya kayak ... KOK BISAAAA? Wkwkwk. Mengingat bahwa Ahn Jae Wook juga main jadi detektif di serial “BUSTED” dan dia suka bikin humor bareng Lee Kwang Soo dll, rasanya kayak gak percaya bangeeet. Duality-nya itu lohhh.

Seperti kata orang-orang, setiap episode di drama ini bikin pusing, guys. Aku pribadi jadi ikut nebak-nebak siapa dalang dibalik setiap kejahatan yang terjadi. Dan semuanya salah wkwkwk. Salut banget sih sama penulis skenarionya^^. Setiap karakternya kuat, punya ciri khas masing-masing, tapi yang paling ngeselin itu adalah kepribadiannya Ko Moo Chi. Dia berperan sebagai detektif tapi bikin orang kesel, dia emosian banget wkwk. Tapi justru hal itulah yang bikin penonton jatuh cinta juga sama karakter Ko Moo Chi. Karena drama ini berjumlah 20 episode dan penuh misteri, rasanya susah banget buat ngasih spoiler. Bingung mau nyeritain yang mana karena plot-nya bener-bener gak ketebak wkwk. Pusing aing :)

Tapiiii, aku salut banget sama Kim Kang Hoon yang berperan sebagai Jae-Hoon/Ba-Reum pas masih kecil. Dia aktingnya ngena banget, bisaan, dan itu ngingetin aku sama drama Game Towards Zero juga. Kalau gak salah Kim Kang Hoon juga main di sana. Bangga banget sama dia, calon-calon aktor sukses di masa depan kkk.

Selain ituuu, ada P.O Block B juga! P.O atau Pyo Ji Hoon, di sini berperan sebagai Shin Sang, ituloooh detektif yang ayahnya calon presiden dan Shin Sang ini suka beli barang-barang limited edition wkwk. Akting P.O makin ke sini makin keren, guys. Terakhir aku ngikutin P.O tuh waktu dia main di drama Hotel De Luna. Dan aku harap dia juga bakal jadi aktor besar di masa depan meskipun aku kangen dia perform sama Block B :) Pas di awal, aku kira peran Shin Sang bakal merugikan karakter yang lain, tapi ternyata Shin Sang malah bernasib buruk. Sedih bangetttt.

Buat yang suka sama genre thriller, crime, mystery, atau yang bunuh-bunuhan, drama ini wajib banget buat dijadiin tontonan. Adegan pembunuhannya lumayan ditampilkan secara eksplisit, jadi buat yang gak bisa liat darah atau hal yang kejam-kejam, scene yang ada bunuh-bunuhannya diskip aja yaaa. Thankyou for coming, happy weekend!^^


Rabu, 18 Agustus 2021

Gradina Mortii

 


Sinopsis: Ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa wisata Taman Mawar di daerah itu sangat angker. Dengan berkunjung pada waktu pergantian posisi bulan dan matahari, kamu akan menemukan sesuatu yang tak terduga. Beberapa saksi mengatakan pernah melihat penampakan. Sebagian lain berasumsi dilimpahi nasib mujur setelah beribadah di tengah kebun mawar. Benang kebenaran dan kebohongan yang tipis itu membuat dua insan tergerak untuk bertindak. Hari ini, Lila dan Dafa akan menguak misteri yang sesungguhnya.



Dafa: Nah, guys. Sekarang kita berdua udah ada di dalam taman (bicara ke arah kamera).


Lila: (ikut melihat ke arah kamera) Ini udah mau maghrib, harusnya kita gak boleh masuk ke sini. Tadi kita juga sempat debat sama petugasnya.


Dafa: Bener banget. Untungnya gue sogok.


Lila: (tertawa) Gak ada yang bisa ngalahin kekuatan duit. Btw Daf, desas-desusnya kan wisata Taman Mawar ini tuh katanya angker. Tapi kok gue ngerasa biasa aja?


Dafa: Malah indah, kan? Bunga-bunganya lagi mekar juga. 


Lila: (mengangguk) Tapi gue penasaran kenapa tempat ini masih sepi aja. Harusnya dengan adanya rumor hantu itu, tempat ini bisa narik lebih banyak pengunjung.


Dafa: Ya tapi kan gak semua orang suka sama hal-hal misterius, La.


Lila: (terkekeh, melihat ke arah rumpun tanaman mawar) Eh Daf, fotoin gue di sana dong!



Dafa mengangguk, membiarkan Lila berlari ke arah rumpun tanaman mawar yang tumbuh setinggi dada. Kamera masih menyala dalam genggamannya. Sedangkan tangan yang lain sibuk memotret Lila dengan kamera ponsel. Matahari sudah semakin tenggelam, dan siluet Lila di bawah langit temaram seolah menjadi keindahan tersendiri sebelum sesuatu yang keras menghantam kepalanya.


Lila: (terlalu asyik menari di sekitar rumpun mawar, sedetik kemudian sadar tidak ada lagi suara Dafa) Daf? Dafaaa?


Lila: Dafa lo di mana? Sumpah Daf, gak lucu lo kayak gini!



Lila berlari pelan ke tempat sebelumnya Dafa berdiri, dan menemukan kamera digitalnya tergeletak di tanah.


Lila: (panik, mengeluarkan ponsel, mencari kontak Dafa untuk dihubungi) Please, please, angkat Daf! Lo gak bisa nge-prank gue di tempat kayak gini.


(sambungan telepon diangkat, terdengar suara gemerisik)


Lila: Sumpah keterlaluan lo Dafa! Lo di mana, sih? Gak lucu ninggalin gue di sini sendirian! Halooo? Dafaaa?


Dafa: (terdengar suara serak Dafa dalam sambungan telepon) .... La..ri. La-ri ... La...ri.


Lila: Apa? Daf lo ngomong apa, sih? Cepet balik ke sini, kalau engga gue bakal tinggalin elo! Gue gak peduli sama vlog elo ya, gue gak mau jadi guest star lagi kalau gini jadinya.


Dafa: Per...gi. La...ri, La. La... (terdengar suara tawa lain dari telepon)


Lila: (gugup) Please, Daf. Gak lucu tau! 


Dafa: Lo ... harus per...gi dari sini, La. La...ri. (berteriak) ARRRGH!


(sambungan terputus)


Lila: Halo?! Daf, lo gak kenapa-napa, kan? Haloooo?! Dafa serius ini gak lucu. Lo gak bisa jailin gue kayak gini. Dafa! Halooo?

(panik, langsung melirik ke sekeliling taman yang mulai gelap, lalu berlari untuk menemukan pintu keluar)



Rimbun tanaman dan pepohonan hijau seolah berputar di sekitarnya. Pintu yang tadi ia dan Dafa masuki tak jauh dari tempat tanaman mawar berada. Namun Lila tak bisa menemukan apa pun. Sayup, ia mendengar suara seseorang bersenandung.


Lila: (mengatur napas, mengikuti ke arah senandung itu berasal) Awas aja Daf kalau itu beneran elo. Gue bales nanti! Kurang ajar banget udah ngerjain gue. Ngeselin sumpah.


Lila: (melihat seseorang yang sedang jongkok sambil memupuk tanaman) Loh, bukannya itu petugas yang tadi?


Lila berjalan lebih dekat, senandung dari arah petugas tersebut terdengar semakin jelas. Perlahan, Lila menepuk bahu petugas itu, dan seketika senandung itu berhenti.


Lila: Em... maaf, Pak. Bapak lihat teman saya yang tadi, engga? Jail banget nih dia ninggalin saya.


Petugas berdiri, kemudian berbalik ke arah Lila sambil menyeringai. Satu detik kemudian, sebuah benda keras menghantam kepala Lila dan mengubah pandangannya menjadi hitam.


Lila: (kesadaran mulai kembali, mengerjapkan mata dengan berat, kemudian membulatkan mata saat melihat wajah Dafa di hadapannya) Daf! Dafa! Kok lo berlumurah darah kayak gini? Dafaaa! Dafa bangun, Daf!



Terdengar senandung lain. Lila membeku di tempat dan baru menyadari bahwa tubuh Dafa yang ada di hadapannya tidak utuh. Melirik ke sumber suara, Lila langsung mendapati wajah menyeramkan petugas tadi dalam jarak beberapa senti.


Lila: (berteriak histeris) AAAAA! Pergi! Orang gila! TOLOOONG! TOLOOONGG! Pergi lo setan, pergi!


Lila terhuyung saat mendapat sebuah pukulan di wajah. Ia bisa mendengar suara tawa pelan, diikuti senandung mengerikan dari petugas itu. Rambut panjangnya ditarik dengan kasar, tubuhnya diseret di atas tanah.


Petugas: (terkekeh, bersiul pelan, lalu kembali bersenandung) ... 𝘓𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘣𝘶𝘯𝘬𝘶 ... 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢. 𝘈𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘶𝘵𝘪𝘩 ... 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘩. Hihihi.... 𝘚𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘩𝘢𝘳𝘪 ... 𝘬𝘶𝘴𝘪𝘳𝘢𝘮 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢. 𝘔𝘢𝘸𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘵𝘪 ... 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩....


⠀⠀⠀⠀⋆ ─────────── ⋆

ini gatau apaan :" tp pengen upload aja wkwk.


Jumat, 06 Agustus 2021

Review Film : RUN ALL NIGHT (2015)

Di minggu pertama bulan Agustus ini, aku baru aja nonton ulang salah satu film thriller favorit, dan BOOM! Kesan akhirnya tuh masih aja ngena di hati wkwk. Alur cerita yang menegangkan berhasil bikin penasaran. Biasanya kalau nonton satu film, aku selalu ngambil jeda beberapa belas menit buat lanjutin karena alasan ngantuk. Tapi yang ini engga sama sekali.

Run All Night, mengisahkan tentang seorang pembunuh bernama Jimmy Conlon dan sahabatnya Sean Maguire. Diperankan oleh Liam Neeson, Joel Kinnaman, Vincent D’onofrio,  & Bruce McGill, opening-nya diawali dengan penampakan seorang pria yang tergeletak di tengah hutan sambil bermonolog.  Dari monolog si tokoh utama aja, penonton pasti bakal langsung jatuh cinta, karena emang kalimat-kalimatnya kayak dalem banget. Kemudian alur berubah mundur ke beberapa jam yang lalu sebelum si Jimmy ini terkapar di tengah hutan.

Jadi, kehidupan Jimmy ini kayaknya kacau banget. Dia jadi pembunuh di bawah perintah Sean; seorang pebisnis kaya raya yang punya kekuasaan. Karena alasan itu, anaknya Jimmy yang bernama Michael Conlon tidak pernah mau menganggap ayahnya.

Suatu malam, Danny yang notabene adalah anak tunggal dari Sean, terlibat kasus karena telah menembak dua orang Albania. Michael atau Mike, yang saat itu sedang bekerja sebagai driver Limosin pengantar dua orang Albania itu tak sengaja melihat kejadian tersebut. Mungkin karena di bawah pengaruh narkotika, Danny jadi mengejar Mike juga untuk membersihkan hal yang telah ia lakukan. Sesampainya di rumah Mike, Danny berniat untuk menembak anak dari sahabat ayahnya tersebut tapi gagal karena Jimmy tiba-tiba datang dan langsung menembakkan peluru ke arah Danny.

Di sini lah persahabatan Jimmy dan Sean mulai retak. Jimmy memberitahu Sean bahwa ia telah membunuh Danny. Sebagai gantinya, Sean balas dendam dan mengejar ke mana Michael serta Jimmy berlari. Dalam satu malam itu, Jimmy dan Mike yang berubah status menjadi buronan harus pindah dari satu tempat ke tempat lain demi menghindari pembunuh bayaran yang dihubungi oleh Sean.

Di film ini banyak banget adegan tembak-tembakannya. Secara pribadi, aku tersentuh sama kisah antara Jimmy serta Mike. Karena dalam satu malam itu, akhirnya Jimmy membuktikan betapa pedulinya ia kepada sang anak. Jimmy mungkin seorang pembunuh, tapi ia tidak akan membiarkan Mike berubah seperti dirinya.

 

Minggu, 18 Juli 2021

Cerpen : BUNDA

 Tidak pernah terlintas dalam pikiran Ratih, jika merantau ke tanah seberang akan membawanya dalam malapetaka. Niat suci untuk menuntut ilmu dan menjadi kebanggaan warga desa, kini luntur karena sebuah benda kecil di genggamannya.


Dua garis merah. Dan itu cukup untuk menghancurkan hidupnya beberapa tahun ke depan.


"Aku hamil," ucapnya kala itu.


Hanya delikan tajam yang ia dapat sebagai respon. Tak ada simpati sedikit pun di mata kekasihnya. Malah, lelaki pemilik darah campuran itu mendengus sebelum dengan entengnya menjawab, "Nanti gue beliin obat buat aborsi."


Bukan kalimat itu yang Ratih ingin dengar. Sudah cukup ia termakan janji palsu yang diutarakan Dias. Sudah cukup ia terjebak dalam hubungan tak sehat seperti ini. Dan sekarang laki-laki itu malah menyuruh Ratih untuk membunuh bayinya sendiri?


Sudah gila. Tentu saja Ratih menolak. Dosa yang ia tumpuk mungkin sudah melebihi puncak gunung. Dia tidak berniat menambahnya dengan membunuh janinnya sendiri. Jika kekasihnya tidak mau bertanggung jawab, maka jalan satu-satunya adalah menghubungi orangtua Dias.


Namun ia tidak pernah tahu jika penolakan dari sebuah keluarga akan sangat menyakitkan. Orangtua Dias menolaknya mentah-mentah. Dan lelaki itu menjauh, bertindak seolah hubungan di antara mereka tidak pernah terjadi. Beberapa kali Ratih melihatnya menggandeng perempuan baru. Dan ketika Ratih mengamuk, Dias malah mengusirnya bagaikan benalu.


Putus asa, Ratih teringat perkataan Dias. Ia mencoba melenyapkannya. Berolahraga berlebihan, menenggak beberapa botol alkohol, bahkan memakan buah yang mitosnya dapat menggugurkan kandungan. 


Sayangnya, perut Ratih makin membesar. Cibiran dari setiap sudut bisa ia dengar. Makian dari penghuni kost tak bisa dihindari. Bahkan ia mendapat hadiah dari kampus yang menyatakan bahwa ia telah didepak.


Adakah bagian kecil di dunia ini yang masih mau menerima dirinya? Jika tidak, maka lebih baik ia mati saja.


"Jangan khawatir. Kalau ada apa-apa, aku janji bakal nikahin kamu."


Pembual ulung. Perkataan Dias kala itu masih terngiang di telinganya. Seharusnya ia tidak boleh terjerat dalam rayuan Dias sejak awal. Tapi semuanya sudah terjadi. Dan itu membuat ia semakin frustrasi.


Seutas tali tambang sudah mengalung indah di sekitar lehernya. Sudah diputuskan, ia akan mati hari ini. Kala kakinya hendak menendang satu-satunya tumpuan, tiba-tiba dering ponsel di ruangan itu terdengar.


Dengan berat hati, Ratih turun dari kursi dan menggapai benda itu. Mungkin ia akan menangguhkan waktu kematiannya beberapa menit ke depan. Saat melihat layar ponsel, beberapa pesan dan panggilan tak terjawab muncul di sana. Penasaran, akhirnya ia membuka kotak pesan sambil berurai air mata.



"Nak, Bunda sudah dengar kabar dari salah satu temenmu. Jangan sedih, jangan nangis. Besok Bunda bakal jemput kamu. Jangan mikir aneh-aneh ya, Sayang? Inget, Ratih masih punya Bunda di sini."



Sesak di dada tak terelakkan. Derasnya air mata tak bisa ia sanggah. Diam-diam ia merasa bersyukur karena masih ada orang yang mau menerimanya.


Bunda .... Berkali-kali ia menggumamkan panggilan itu. Sebersit rasa bersalah menyelimuti hati Ratih. Orang yang selama ini tak pernah ia anggap ada, malah menjadi satu-satunya tujuan untuk ia kembali. 


Ratih kembali membaca pesan tersebut untuk kemudian tenggelam dalam tangis.


"Nak, darah kita boleh tidak sama. Tapi sampai kapan pun, kamu akan tetap jadi putri kesayangannya Bunda."




note : cerita ini sempat diikutsertakan dalam kompetisi menulis Koru.

Rabu, 14 Juli 2021

Rekomendasi Film Horor Thailand ft. NICK KUNATIP

 



Gak kerasa banget udah bulan Juli aja. Akhir-akhir ini cuaca sering gak menentu. Banyak yang tiba-tiba kena flu dan penyakit lainnya. Semoga kalian baik-baik aja dan tetap diberi kesehatan yaa^^

Bicara soal film, aku mau sedikit flashback ke beberapa tahun yang lalu ketika movie series ini booming banget. Dulu sampe nge-hype bareng temen dan dibikin ngakak abis. Mau tau film apa aja? Yuk simak sampe bawah!

1.      Make Me Shudder (2013)

Salah satu film Thailand yang mengusung genre horor-komedi ini wajib banget ditonton apa lagi kalau ada acara nobar bareng temen. Meskipun film lama, nyatanya akting para aktor berhasil memikat hati penonton dan membekas sampai sekarang. Bercerita tentang beberapa anak remaja yang gemar memburu kisah-kisah misteri, sampai akhirnya mereka harus terjebak ke masa lalu dan berhadapan dengan hantu guru sekolah. Tiga tokoh utama dalam film ini yaitu, Nick, James, dan Biew.

Untuk hantunya sendiri, dari segi visual itu emang gak diragukan lagi sih ya. Thailand emang terkenal sama hantu-hantunya yang serem. Untuk ceritanya sendiri lebih banyakan komedi menurutku, jadi lumayan bikin ngakak terus.

 

2.      Make Me Shudder (2014)

Ini adalah series kedua dari film Make Me Shudder yang pertama. Tiga tokoh utamanya masih sama. Namun ada penambahan karakter, gengs. Kalau di sini, diceritakan bahwa mereka baru dapet rapor. Dan ada kabar burung, kalau misalnya mereka berdoa ke kuil Mae Nak, maka permintaan mereka akan dikabulkan. Karena anak-anak remaja ini pengen banget lulus, makanya mereka nekat buat berdoa ke sana.

Tapi dasarnya karaker si Nick ini emang sesumbar, akhirnya mereka pun terjebak ke sebuah desa yang di situ ada sosok Mae Nak-nya. Selama berada di sana, para remaja ini diberi tugas oleh Mae Nak untuk mencari sosok suaminya yang bernama Mak di medan perang.

Mak berhasil ditemukan dan bisa kembali kepada Mae Nak beserta bayi mereka. Namun satu persatu misteri mulai terkuak.

Untuk sekuel yang kedua ini, jujur humornya gak terlalu dapet kayak yang pertama. Meskipun para remaja penampilannya harus diubah nyesuain kayak jaman dulu, tapi film pertama lebih kena di hati gue wkwk.

 

3.      Make Me Shudder (2015)

Gimana jadinya kalau film horor dipadukan dengan bencana alam? Rasanya beuh, mantap!

Di film Make Me Shudder yang ketiga ini, Nick, James, Biew dan kawan-kawan yang lain berencana liburan ke pantai Phuket. Nahas, niatnya mau senang-senang tapi malah bertemu dengan tsunami. Mereka terbawa arus dan tenggelam. Tapi ternyata, itu hanyalah mimpinya Nick. Mereka terbangun di sebuah gedung rusak yang sudah terbengkalai. Di tempat itu, mereka menemukan banyak mayat dan puluhan zombie yang mengerikan.

Untuk series yang ketiga ini, jujur gue amaze banget sama apa sih namanya? Visualisasi, ya? Pokoknya pas scene terjadi tsunami itu, gue sampe tahan napas dan langsung inget dosa :( serem banget sih. Di sini juga kelihatan banget gimana tim produksi berusaha keras supaya bikin hasil dari film ini gak mengecewakan. Mereka juga nyewa berapa orang tuh buat jadi zombie? Banyak banget!

Cuman, gue kurang paham sama jalan ceritanya. Jadi ini teori yang bener tuh mereka tersesat dulu baru kena tsunami, atau kena tsunami dan ketemu zombie-zombie itu cuma mimpi? Sampai sekarang gue belum paham wkwk. Untuk endingnya sendiri, plot twist. Ngeselin banget, sedih, tapi pengen ngakak juga wkwkwk.

 

BONUS:

·        Dangerous Boys




Karena Nick Kunatip gak luput dari ketiga film di atas, ada juga nih satu film yang berhasil bikin ngakak! Yup, Dangerous Boys!

Bercerita tentang dua kelompok anak sekolahan yang hobi tawuran. Para pemain di film Make Me Shudder main lagi di film ini. Bedanya, Nick, James, dan Biew yang biasa bareng-bareng dan nempel terus, bakalan jadi rival di Dangerous Boys.

Di sini Nick ganteng banget asli, karismanya juga keluar karena mungkin jalan ceritanya lebih serius. Humornya tetep dapet dan bikin ngakak, terus di sini fokus sama permusuhan dan kisah cinta ala-ala zaman sekolah. Kalau kalian lagi galau dan butuh moodbooster, nonton film ini adalah salah satu obatnya!


Esai : KEBOHONGAN EMANSIPASI

 

Catatan: Esai ini ditulis sekitar tahun 2014/2015.  Untuk mengenang, makanya saya posting di sini. Sebenarnya ini tulisan gatau udah selesai apa belum. Tapi ya mari unggah saja wkwk. Selamat membaca :)

 

Emansipasi. Siapa yang tak mengenal kata tersebut? Banyak masyarakat awam yang mengenal emansipasi sebagai sebuah gerakan untuk memperbaiki bahkan menuntut hak-hak yang seharusnya dimiliki. Namun, banyak pula yang menganggap bahwa emansipasi hanyalah sebuah gerakan “memberontak”. Terutama bagi kaum wanita.

Seperti yang kita ketahui, wanita merupakan makhluk mulia dengan derajat tiga kali lebih tinggi dari pada pria. Wanita juga merupakan insan yang telah melahirkan manusia-manusia lainnya. Hakikat wanita pun sangat sederhana. Melahirkan, menyusui, merawat rumah tangga, sangat sederhana. Namun di balik kesederhanaan itu semua, penulis yakin bahwa setiap manusia yang memijakkan kaki di bumi ini pasti memiliki mimpi. Begitupun dengan wanita.

Mungkin, mereka terlihat betah duduk di dapur dengan sebaskom beras dan lauk pauknya. Namun, apakah tidak ada dalam diri wanita tersebut sebuah keinginan?

Ada sebuah teori yang menyatakan bahwa keluarga yang harmonis adalah keluarga yang terdiri dari ayah yang bekerja, ibu rumah tangga yang pintar memasak, dan anak-anak yang pintar. Tetapi apakah teori tersebut masih berlaku ketika salah satu elemen yang ada di dalamnya rusak?

Sebagai contoh, ketika seorang ayah tidak bekerja, apakah ibu masih bisa memasak? Apakah anak-anak masih bisa mengenyam bangku pendidikan demi mendapat gelar pintar?

Jawabannya, tidak. Ketika sebuah komponen rusak, maka komponen yang lain pun akan terusik, atau bahkan mungkin ikut rusak. Saat hal kritis ini terjadi, sudah sepatutnya bukan bagi seorang wanita untuk bangkit dan memperbaiki dinding yang rusak itu? Namun sekeras apa pun wanita mencoba, secerdas apa pun dia, jika tidak didukung dari belakang maka semua itu akan berakhir sia-sia.

Di sinilah peran keluarga dibutuhkan. Saat istri, atau bahkan anak gadis Anda memiliki cita-cita, dukunglah ia, berilah motivasi sehingga cita-cita itu bisa digapai tanpa adanya penyesalan. Jangan mengekang wanita dengan dalih “Pekerjaan ini untuk laki-laki”. Padahal jika dikerjakan oleh kaum perempuan pun tidak akan ada bedanya. Terlalu mengelompokkan sesuatu, kemungkinan hanya akan berujung kepada perseteruan.

Maka dari itu, mari bersama-sama mewujudkan emansipasi itu. Bukan hanya untuk meningkatkan derajat wanita, tapi juga untuk menjadikan wanita sebagai pribadi serba bisa dan dapat diandalkan. Jangan menjadikan embel-embel emansipasi hanya kebohongan belaka. Jika zaman bisa berubah, maka emansipasi pun harus semakin berkembang.

Selasa, 29 Juni 2021

Puisi BINTANG

 

 Bintang

Oleh: Annisa Febriyati Sari


Senyap. Itulah aku

Dingin. Begitulah rasaku

Hening. Demikianlah keadaanku..

Bentangan asa begitu menggebu dalam jiwa

Menyiratkan rasa, bersenandung sya’ir cinta

Jiwa kosong tanpa cahaya

Haruskah aku tenggelam di dalamnya?


Bintang, tak bisakah kau temani malam kali ini?

Tak bisakah kau hadir meski hanya sekadar bertegur sapa?

Aku sendiri... Meringkuk dalam hening, terbaring dalam gelap


Bintang, taburilah aku dengan sejuta cahaya kasihmu

Agar aku merasa ramai... Agar aku merasa hangat


Bintang, izinkan aku untuk merindumu

Izinkan aku untuk mengharap hadirmu

Bintang itu kamu... Malam itu aku...

Dan bentangan asa ini, adalah sebuah kerinduan



Garut, 06 Maret 2015

Puisi MULUT-MULUT JELATA

 

MULUT-MULUT JELATA

Oleh: Annisa Febriyati Sari


Apa?

Lihat apa?

Sorotmu tajam

Mengulitiku, hakimi semaumu


Resahku, gundahku, lelahku...

Tak pernah sebesar biji zarrah pun kau tahu

Peluhku, semangatku...

Tak pernah sedikit pun kau tahu


Tak peduli, bibirmu kecut!

Amarahku melaut!

Mulut-mulut jelata yang senantiasa kudengar

Benih-benih benci yang tiap hari kau tebarkan

Remuk!

Aku remuk!

Patah sudah semangat hidup yang telah kupupuk!

Karenamu! Mulut-mulut tak bertulang rusuk

 


Bandung, 25 Juli 2018

Puisi O!

 

O

Oleh: Annisa Febriyati Sari


O ...! O ...! O ...!

Tolong ....

O ...! O ...!


Langit ikut menangis

Kala seorang miskin berteriak

Menjerit di antara manusia

Namun, tak satu pun yang membuka.


O ...! O ...!

Terpejam, seakan buta

Menutup telinga, seakan tuli.

Tolong ..., O ...!

Tak sudikah sekiranya berbagi,

Mengulurkan urat nadi,

Untuk si miskin ... untuk selamatkan buah hati.

                                                                                                               Garut, 22 Januari 2016

Puisi Amarah

 

Amarah

Oleh: Annisa Febriyati Sari


Lancang!

Hanya berani bermain punggung

Menghujam rusuk, tanamkan ngilu.


            Kejam!

            Hanya berani bergerombol

            Tak pernah mau, satu lawan satu.


Kau lontar bermacam cibiran

Kau tusuk aku dari belakang

Sirami aku dengan cairan tawa

Puaskah engkau, melihatku terhina?


Ingin aku membalas

Bukan belati, tapi sebuah hunusan pedang


            Tuk mencabik ruang udara itu

            Menusuk jantung, merobek hati


Berharap setitik belas kasih .... masih terpendam di dalam sana.

                                                                                                               

Garut, 22 Januari 2016

Puisi Jahannam

 

Jahannam

Oleh: Annisa Febriyati Sari


Ada suara gaduh di serambi depan

Menjerit, melambungkan beban-beban

Mengoyak naungan yang tinggal papan

Api menyulut, hendak menyalahkan Tuhan.

            

Puluhan suara menjelma seribu gema

Memekik asa, menyudutkan jiwa

Hinggapkan rasa takut yang tak terkira,

saat mereka mencela, “Dasar wanita hina!”


Jahannam! Jahannam! Jahannam!

Remuk aku kala mendengarnya

Jahannam! Jahannam! Jahannam!

Ingin rasanya mati kala itu juga.

            

Semakin larut semakin meluap pula

Amarah-amarah, rasa benci

Seenak melempar dengan batu kali

Mencaci maki, karena kujual harga diri.


                                                                                                               Garut, 22 Januari 2016

Puisi Rindu

 

Rindu

Oleh: Annisa Febriyati Sari


Senja berganti, bertahta malam

Embuskan angin kerinduan

Terpakan helai-helai hati

Menggelitik, menuntut pasti.


Awan berarak, menggumpal dalam gelap

Dentumkan suara-suara qalbu,

menuntut kasih dari Sang Penebar Rindu.


Senja kemarin, kita masih di sini

Duduk berdampingan, saling menggenggam tangan,

menjaga perasaan.

            

Senja hari ini, aku masih tetap di sini

Duduk sendirian, menggenggam batu nisan,

Lirihkan do’a, berusaha tegar ... menebar senyuman.

                                                                                                               Garut, 22 Januari 2016

Puisi Ramadhan Kala Itu

 

Ramadhan Kala Itu

Oleh: Annisa Febriyati Sari


Januari,

Gerimis berderai membasahi bumi

Hapuskan tapak-tapak luka

Lenyapkan bekas-bekas lara.

Tak terasa, sudah berapa lama aku bersembunyi?

Berlari dari mimpi buruk yang selalu saja menghantui

Kejam.


Januari,

Haruskah aku terpuruk seperti ini?

Tersungkur dalam belukar masa lalu

Berharap semua kembali, seperti dulu.


Ingatkah kau ... ramadhan kala itu?

Saat kolak masih terasa manis,

saat pisang goreng terlihat menggiurkan,

saat semua berkumpul menunggu kumandang adzan,

aku bertanya ... ingatkah kau?


Tak ada canda, aku tak apa

Tak ada tawa, aku baik-baik saja

Tak ada shalat berjamaah, aku masih bisa munfarid

Namun jika tak ada Ayah, masihkah aku baik-baik saja?


                                                                                                               Garut, 22 Januari 2016

Puisi FANA

 

FANA

Oleh: Annisa Febriyati Sari


Tersedot kami dalam buai

Terlena akan fana

Lupa akan Sang Kuasa

Berdiri angkuh, di tengah megah dunia


Kami lalai... karena acuh akan ayat-Mu

Kami terkurung... terperangkap dalam zaman,

dengan ego yang menjalar,

dengan dagu yang tengadah


Yaa Rabbi, angkuh kah aku yang ingin terus berpijak di bumi-Mu?

Angkuh kah aku yang terus menggerus kekayaan alam-Mu?

Angkuh kah aku, Yaa Rabbi? Angkuh kah?

Hingga aku enggan, untuk meninggalkan mewah dunia


Perlahan jiwa-jiwa mulai mati

Teringat aku akan nafsu birahi

Menggerus habis kekayaan dunia, dan lupa bersyukur atas nikmat-Nya


Kini, jiwaku menciut

Hartaku mengerut

Ragaku beringsut

Malu! Aku tersungkur!

Diri terhina... dalam buaian fana



Garut, 19 Januari 2016

Puisi MENGAPA?

 

MENGAPA?

Oleh: Annisa Febriyati Sari


Kidung cinta, lautan kasih...

Dekapan lembut sang Maha Asmara

Membekas asa, mencipta raga


Dua puluh empat jam! Kidung itu masih terasa

Tiga puluh hari! Selimut kasih begitu hangat membalut asa

Sembilan puluh hari! Seolah hanya cinta yang ada

Namun, seratus dua puluh hari! Mengapa, kau membuangnya?


Hangat kasih tak kurasa lagi

Serpihan luka, buatku perih

Bendungan cinta bobol oleh suka

Di matamu, apakah aku hina?


Lakukan, lakukan, lakukan!

Tersayat aku saat mendengarnya

Singkirkan, singkirkan, singkirkan!

Begitu rendah kah arti kehidupan?


Kau cipta aku dalam mahligai cinta

Arungi bahtera kasih, tak peduli pasang purnama

Aku hidup dalam ruang sempit penuh dosa

Seratus dua puluh hari!

Mengapa Ibu, kau bunuh aku begitu saja?



Garut, 19 Januari 2016

 
©Suzanne Woolcott sw3740 Tema diseñado por: compartidisimo